Kasur tidak pernah menagih laporan
Bos bilang "urgent" tiga kali sehari. Kasur cuma bilang "sini". Coba tebak siapa yang lebih pengertian.
Selamat datang di situs resmi Dion Barus. Ketua Dewan Penasehat Klub Rebahan Indonesia (KRI). Anggota kami sudah ribuan, tapi belum ada satu pun yang datang ke kopdar karena, ya, males.
Ketik tugasmu, lalu kami carikan alasan yang meyakinkan. Atau setidaknya terdengar meyakinkan.
Kami sudah riset. Lebih tepatnya, kami sudah rebahan sambil scroll, lalu menyebutnya riset.
Bos bilang "urgent" tiga kali sehari. Kasur cuma bilang "sini". Coba tebak siapa yang lebih pengertian.
Kalau targetmu cuma bangun sebelum Zuhur, setiap hari adalah pencapaian. Kamu sudah menang sebelum sarapan.
Kamu bukan mesin. Bahkan mesin butuh dimatikan. Kamu cuma butuh dimatikan sampai Senin depan.
Besok selalu ada, selalu sabar, dan tidak pernah komplain. Sahabat sejati para penunda.
Ada urusan mendesak? Ada. Tapi perut lebih mendesak, dan dapur cuma tiga langkah. Jauh sekali, memang.
Geser sesuai kondisi jiwa dan raga kamu. Kami tidak menghakimi. Sedikit.
Dijamin tidak ada rapat, kecuali rapat dengan diri sendiri soal siapa yang akan cuci piring. Spoiler: tidak ada.
Alarm berbunyi. Kamu menekan "tunda" dengan refleks seorang atlet profesional.
Membuka mata. Langsung scroll media sosial. "Cek notifikasi", katamu, padahal isinya orang yang sudah liburan ke Bali.
Sarapan, yang secara teknis sudah jadi makan siang. Tidak apa-apa, waktu itu cuma konsep.
Membuka laptop. Mengetik satu kalimat. Merayakannya dengan tidur siang 90 menit.
Niat olahraga. Sudah pakai sepatu. Duduk di sofa "sebentar" untuk memakai sepatu. Sekarang jam 22.00.
Baru merasa produktif. Tentu saja, waktunya tidur. Ulangi besok.
Belum ada fatwa resmi. Tapi kalau ada, kami akan menundanya sampai minggu depan.
Tidak usah. Kamu sudah jadi anggota dari lima menit yang lalu, saat kamu membuka halaman ini alih-alih mengerjakan tugas.
Tidak. Tapi kamu akan tenang, dan orang tenang lebih jarang membeli barang yang tidak perlu. Itu sudah hemat, kan? Kan?
Bikin dua halaman itu capek. Kami menolak diskriminasi terhadap kemalasan kami sendiri.